Welcome to My Blog... Keluarga besar daus-arrafi.blogspot.com or cafebebas.net.tf mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 67 tahun dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Masukan Nama Penyanyi / Judul Lagu
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Modul Menginstalasi PC

Pada postingan kali ini, saya akan share Modul tentang Menginstalasi PC. Menginstalasi PC merupakan modul teori dan atau praktikum yang membahas tentang cara menentukan spesifikasi komputer, merakit/menginstalasi komponen dan peralatan komputer, pengetesan peralatan dan pengujian komputer PC dan peralatannya.
Modul ini terdiri dari 5 (lima) kegiatan belajar, yaitu pemilihan komponen dan spesifikasi komputer, cara menginstalasi komponen PC, cara mengkonfigurasi, penambahan peralatan, dan pemeriksaan hasil instalasi.
Modul tersebut dapat di download pada link di bawah ini.

Download di Rapidshare : MODUL MENGINSTALASI PC

Untuk modul selanjutnya, dapat di tunggu pada postingan selanjutnya...

Jumat, 09 September 2011

Aksi Demo Dengan Ciuman Menuntut Standar Pendidikan dan Biaya


Lebih dari 100 mahasiswa mengambil bagian dalam protes dengan berciuman di Santiago, Chili, sebagai bagian dari demonstrasi berlanjut atas standar pendidikan dan biaya. Pasangan dari perguruan tinggi dan siswa SMA mengunci bibir di depan Katedral Metropolitan pada 1 September, sementara orang yang lewat berhenti untuk menonton. Adegan ini membuat kaget dan terperangah anak-anak dan orang tua, sementara beberapa penonton bertepuk tangan.



Ciuman massal ini menandai break dari demo oleh mahasiswa dan guru yang mulai mmemanas dan berpotensi menimbulkan kerusuhan dan tindakan kekerasan oleh polisi. Para siswa telah melakukan protes serupa di bulan Juli yang lalu menuntut kualitas tinggi dan pendidikan yang lebih merata. Para pengunjuk rasa berencana protes lebih besar-besaran minggu depan.












SUMBER

Orang-orang Yang Memiliki IQ Tertinggi DiDunia

Banyak sekali orang pinter di dunia ini dan banyak orang yang kurang pintar juga. Bagi anda yang pinter, berbahagia lah karena dikarunia kepntaran oleh Tuhan sang pencipta kita. Bagi yang kurang pintar jangan berkecil hati karena banyak sekali orang kurang pintar di dunia ini yang berhasil dalam hidupnya bahkan berhasil merubah dunia dengan ciptaan nya. Contoh Albert Einstein. Einstein dianggap sebagai pelajar yang lambat di sekolah akan tetapi teori fisika penemuan nya sangat mencengankan dunia.

Akan tetapi banyak sekali orang yang pintar tetapi tidak terlihat kepintaran nya. Seperti seniman Leonardo da Vinci. Siapa sangka kalau ternyata seorang seniman bisa mempunya IQ yang luar biasa tinggi.

Leonardo da Vinci ternyata mempunyai IQ 220 dan merupakan salah satu orang yang mempunyai IQ tertinggi di dunia.

Jadi, bagi yang kurang pintar, tidak usah berkecil hati. Di bawah ini adalah 10 orang-orang terpintar dengan IQ yang paling tinggi di dunia.

1. Leonardo da Vinci Universal Genius, asal Italy, IQ 220



2. Johann Wolfgang von Goethe Germany 210



3. Gottfried Wilhelm von Leibniz Germany 205



4. Emanuel Swedenborg Sweden 205



5. William James Sidis USA 200



6. Kim Ung-Yong Korea 200



7. Thomas Wolsey Politician England 200



8. Hugo Grotius Writer Holland 200



9. Sir Francis Galton Scientist & doctor England 200



10. John Stuart Mill Universal Genius England 200

SUMBER

Minggu, 28 Agustus 2011

Bocah Cilik Yang Luar Biasa

Waktu kecil mungkin kita tidak bakal kepikiran berada dalam situasi-situasi yang dialami dan dipikirkan bocah-bocah ini. Waktu yang paling darurat bisa jadi ketika apa yang kita minta pada orang tua tidak dipenuhi. Inilah sedikit cerita tentang 5 bocah extraordinary yang bisa berbuat sesuatu yang besar walaupun orang lain menganggap mereka 'kecil'. 

1. Nathan Thomson, bocah 9 tahun yang menyelamatkan ibunya dari tikaman orang tak dikenal

Bocah ini tertusuk di bagian wajah saat dia berkelahi untuk menyelamatkan ibunya dari seorang tak dikenal. Nathan Thomson melompat ke atas punggung Hugh Clark, seorang pemabuk yang ingin menusuk ibu Nathan, Ena saat mereka berada di jalan malam hari. Pemabuk itu lalu beralih ke arah Nathan dan menghunuskan pisaunya ke arah Nathan setelah menusuk Ena sebanyak 8 kali. Beruntung keduanya selamat dan peristiwa ini berhasil dihentikan pihak berwajib yang berada di sekitar tempat kejadian. 

2. Charlie Simpson, bocah 7 tahun yang bersepeda keliling kota untuk mengumpulkan sumbangan bagi para korban gempa Haiti

Charlie mengawali usahanya dengan pesan singkat, "Namaku Charlie Simpson, aku sedang berusaha mengadakan kegiatan sponsor bersepeda untuk Haiti karena di sana sedang terjadi gempa dan banyak orang kehilangan nyawa karenanya. Aku ingin mengumpulkan uang untuk membeli makanan, air, dan tenda bagi seluruh korban Haiti". Charlie berharap untuk mengumpulkan uang sebanyak 500 euro dengan bersepeda sejauh 15 mil di sekitar taman kota. Namun usahanya telah menyentuh hati banyak orang dan membuatnya mengumpulkan 120. 000 euro bagi korban Haiti. 

3. Lin Hao, anak laki-laki yang menyelamatkan teman sekelasnya saat gempa

Lin Hao duduk di kelas 2 sekolah dasar dan menjadi ketua kelas dari 30 teman-temannya. Saat gempa bumi datang, seluruh bangunan runtuh dan menimpa Lin Hao serta teman-temannya. Seluruh kelas berusaha menyelamatkan jiwa masing-masing. Namun sebelum Lin Hao lari dari bencana itu, dia kembali ke reruntuhan dan menyelamatkan kedua temannya yang tersangkut di antara puing. Ketika ditanyakan mengapa dia mau mempertaruhkan nyawanya untuk kedua orang temannya, dengan enteng dia menjawab, "Aku adalah ketua kelas dan sudah seharusnya aku bertanggung jawab atas teman-temanku". 

4. Alexis Goggin, bocah tujuh tahun yang menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi nyawa ibunya

Alexis Goggin, bocah yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar ini diberi predikat sebagai 'malaikat dari surga' setelah dia melompat di depan seorang pria bersenjata dan menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk menghalau 6 peluru yang ditujukan pada ibunya. Ibu sang gadis, Selietha Parker, 30, tertembak di bagian kiri pelipis dan lengannya oleh pacarnya yang mengamuk, dan sebelum dia menembakkan pelurunya lagi ke arah Selietha, Alexis melompat ke hadapan sang penembak dan memohon agar tidak mengambil nyawa ibunya. Beruntung nyawa keduanya masih bisa terselamatkan. 

5. Ibrahim Ouaida, bocah 8 tahun yang tenggelam setelah menyelamatkan kakak perempuannya

Peristiwa ini terjadi ketika Ibrahim berenang di pantai Sandrigde, Melbourne bersama kakaknya Sarah yang berumur 10 tahun. Seketika ombak besar datang dan menyapu mereka ke arah laut lepas. Kakaknya yang tidak dapat bertahan terus berteriak meminta pertolongan. Saat itu juga Ibrahim datang dan berseru "Aku datang kakak, aku datang". Ibrahim menarik kepala Sarah ke permukaan dan menjaga agar mereka tetap terapung dengan tetap berkata, "Aku menyayangimu kakak, kau akan baik-baik saja". Setelah seorang tim penyelamat datang, Ibrahim memintanya untuk menyelamatkan kakaknya yang sudah tak sadarkan diri dan berkata "Tolong selamatkan dia, ibuku membutuhkannya, dia sangat berarti". Setelah sang penyelamat menarik Sarah ke pantai dan mencari Ibrahim, nyawanya sudah tak tertolong. Atas jasanya, Ibrahim diberi 'Bravery Medal' oleh pemerintah setempat.
SUMBER

Rabu, 10 Agustus 2011

Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Mahasiswa

Kamu mahasiswa yang sudah memiliki alasan untuk berkerja walaupun masih kuliah? Apapun alasanmu, baiknya kamu siap dengan risiko yang akan kamu hadapi. Sebab, peran ganda akan menuntut tanggung jawab ganda pula.
Kira-kira, pekerjaan apa ya, yang mungkin cocok dilakukan oleh mahasiswa? Pasalnya, tidak semua jenis pekerjaan mampu diemban olehmu yang masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi.
Kalau kamu bingung, Yuk simak pekerjaan apa saja yang sekiranya cocok untuk dilakukan olehmu versi huffpost college yang okezone kutip, Minggu (7/8/2011).
1. Penulis Online
Cocok dilakukan oleh mahasiswa karena selain gaya hidup dalam jaringan (daring/online) sangat dekat dengan kehidupanmu. Kamu bisa melamar ke portal berita online atau menjadi penulis konten website di satu perusahaan.
Bahkan sekarang perusahaan-perusahaan sedang gencarnya melakukan promosi melalui media sosial , dari pengakuan mahasiswa yang berkerja sebagai penulis konten media sosial, gaji yang diterima cukup untuk membiayai kuliahnya loh!
2. Tutor
Kamu bisa mengajukan lamaran ke tempat belajar non formal seperti tempat kursus, les, atau lainnya. Selain bisa mendapatkan dana tambahan, kamu juga bisa mendapat banyak pelajaran. Konon, semakin kita mentransfer ilmu yang telah kita dapat, maka akan semakin membuat kita merasa kurang, itulah yang membuat kita semakin giat mencari pengetahuan untuk menunjang transfer ilmu selanjutnya.
3. Humas
Tidak hanya cocok untuk mahasiswa jurusan komunikasi, tetapi jurusan lain pun bisa cocok dengan pekerjaan ini. Kehumasan memiliki fleksibilitas waktu yang bisa kamu sesuaikan dengan jadwal kuliahmu, selain itu, bekrja di bidang kehumasan bisa meluaskan jaringanmu loh!
4. Staff Admin
Biasanya cocok untuk magang, tetapi enggak ada salahnya untuk dicoba. Gaji untuk staff admin lumayan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi agak kurang fleksibel untuk jam kerjanya. Mungkin kamu yang ambil kuliah malam cocok dengan pekerjaan ini.
5. Staff Peneliti
Cocok untuk kamu yang suka melakukan penelitian. Pekerjaan ini agak jarang sih, tetapi bukan berarti enggak ada. Kamu bisa bantu dosenmu yang kiranya sedang melakukan penelitian, atau melamar di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) suatu perusahaan. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang cukup prospektif untuk kamu mahasiswa dengan jurusan ilmu eksak.
6. Hospitality
Ini bukan pekerjaan yang berhubungan dengan rumah sakit ya. Mungkin kamu bingung, hospitality itu pekerjaan jenis apa sih? Hospitality itu pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan, misal karyawan restoran atau hotel, seperti koki, pramusaji, housekeeping dan lainnya. Walaupun terkesan enggak menjanjikan dalam hal karir, tetapi jangan salah persepsi loh, selain menjanjikan waktu kerja yang fleksibel, pendapatannya juga cukup lumayan. Apalagi jika restoran atau cafenya popular, konon tipsmu bisa lebih besar dari gajimu!
7. Jasa Marketing
Bagi kamu yang ingin berwirausaha selepas kuliah, pekerjaan ini cocok banget. Apalagi kamu lakukan saat kuliah, maka mental marketingmu akan terasah. Ajukan dirimu sebagai marketing officer, selain waktu kerja yang fleksibel, kamu bisa menambah jaringan juga loh.
8. Jasa Antar-Jemput
Enggak punya waktu untuk membuat CV atau malas menyesuaikan waktu dengan pekerjaan? Pekerjaan ini mungkin terdengar menggelitik, tetapi bisa menghasilkan uang tambahan yang lumayan. Jika kamu memiliki kendaraan, kamu bisa menawarkan tetanggamu untuk mengantarkan anaknya sekolah tiap pagi dan menjemput mereka sepulang sekolah atau menawarkan mengantar mereka ke kantor dengan meminta bayaran perbulan.
Pengakuan mahasiswa “ojek” di daerah Depok, dia bisa mendapatkan Rp1 juta per bulan dengan jumlah pelanggan 3 orang.
Nah, jadi kamu mau pilih yang mana? Baiknya pilih yang sesuai dengan minat, jurusan kuliah dan waktu kuliahmu. Yang terpenting jangan sampai menganggu studimu ya! | okezone
SUMBER

Pendidikan Seks Masuk Kurikulum Dinilai Positif


Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya jika pendidikan seks dimasukkan dalam kurikulum, namun harus dibatasi yakni tidak pada semua jenjang pendidikan.

"Materi pendidikan seks itu tidak perlu untuk semua jenjang pendidikan misalnya pada tingkat TK, SD, dan SMP. Saya setuju jika dimasukkan hanya pada kurikulum SMA sederajat," katanya, di Medan, Kamis menanggapi usulan pendidikan seks dimasukkan dalam kurikulum.

Ia mengatakan, pendidikan seks yang diajarkan muatannya sangat bermanfaat bagi pengetahuan siswa sejak dini, misalnya saja pergaulan bebas. Selain itu siswa juga diberitahu betapa bahayanya pergaulan bebas yang akhirnya menimbulkan berbagai penyakit.

Dari muatan bahan pendidikan tersebut, lanjutnya, juga akan diperkenalkan jenis-jenis penyakit yang diakibatkan oleh seks bebas. Dengan adanya pendidikan seks itu, siswa bisa mengetahui penyakit-penyakit yang membahayakan akibat pergaulan bebas tersebut.

"Selain itu pendidikan seks juga akan membahas bahayanya menikah di usia dini. Ini tentunya perlu disampaikan pada siswa, mengingat melakukan hubungan di luar nikah lebih banyak bahayanya dari pada amannya," katanya.

Menurut dia, pentingnya pendidikan seks dimasukkan ke dalam kurikulum di Indonesia karena budaya atau kultur Indonesia juga belum secara gamblang menerangkan persoalan tersebut.

Di negara Barat, seks bukan hal tabu atau asing lagi. Malah setiap orang yang sudah dinyatakan dan mengerti seks, maka tidak disalahkan kalau orang itu berbuat seks secara bebas. 

"Di negara luar itu, malah diajarkan dan langsung dipraktikkan. Namun di sini pastinya tidak demikian karena kita menganut adat ketimuran," katanya.(*)

(T.KR-JRD/C/M034/M034) 04-08-2011 22:31:11
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
SUMBER

PSP UGM: RUU PT Mirip UU BHP

Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (PT) perlu dikaji ulang, karena secara substansial sama dengan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi, kata Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada, Sutaryo.

"Jangan sampai Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Tinggi (PT) hanya `ganti baju` dari UU Badan Hukum Pendidikan (BHP)," katanya di Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.

Ia mengatakan RUU PT dengan kondisi saat ini ditakutkan hanya mendukung pasar global dan tidak spesifik memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, RUU tersebut perlu dikaji ulang, dan PSP UGM sudah menyiapkan draf sandingannya.

"Keberadaan RUU PT saat ini banyak ditolak oleh perguruan tinggi swasta (PTS) maupun perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia karena roh dan substansinya belum mampu mengaktualisasikan filosofi dan ideologi pendidikan Pancasila," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, tidak menjadi masalah jika kemudian RUU PT tersebut terpaksa disahkan kemudian dilakukan "judicial review".

"Jadi, tidak masalah ditolak meskipun pembahasannya telah menghabiskan banyak anggaran, karena ada yang lebih penting dibandingkan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan, yakni masa depan pendidikan kita," katanya.

Anggota Tim Ahli PSP UGM Sudjito mengatakan secara filosofis-ideologis RUU PT itu tampak belum mampu mengaktualisasikan roh filosofi dan ideologi pendidikan Pancasila. Roh itu seharusnya menjadi acuan nilai, tujuan, dan orientasi pendidikan tinggi yang diharapkan.

Secara yuridis, substansi RUU PT masih menyisakan masalah besar terkait dengan batas-batas substansi yang seharusnya diatur dalam RUU.

Para penyusun RUU PT juga terkesan kurang memperhatikan substansi yang seharusnya diatur dengan UU, Peraturan Pemerintah atau cukup dengan statuta. Seharusnya suatu UU cukup mengatur hal-hal mendasar yang merupakan penjabaran hak-hak konstitusional warga negara.

"Seharusnya ketentuan yang mengatur keunikan dan kekhasan perguruan tinggi sebenarnya cukup diatur dengan statuta, tidak perlu diatur dengan UU. Tumpang tindih hal-hal yang dimuat dalam RUU itu merupakan kelemahan mendasar yang perlu segera diperbaiki," katanya.

Menurut dia, secara sosiologis RUU PT itu menyimpan potensi besar untuk ditolak oleh masyarakat Indonesia. Hal itu terindikasi dari menguatnya kepentingan kelompok tertentu dan belum terakomodasinya kepentingan kelompok mayoritas masyarakat Indonesia.

"Jika pembahasan RUU itu diteruskan, diperkirakan akan semakin menambah daftar masalah hukum dan pendidikan di Indonesia," kata Guru Besar Fakultas Hukum UGM ini.(*)

(L.B015*H010/M008)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011


SUMBER

Beasiswa Fulbright Tahun Ajaran 2012-2013

Bermimpi melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri khususnya ke Amerika, kini bukan impian di tengah hari bolong. Pasalnya beragam program beasiswa ditawarkan oleh banyak pihak instansi pemerintah, swasta dan kedutaan-kedutaan besar
Salah satu yayasan pertukaran pelajar antar Indonesia dan Amerika, American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) melalui program beasiswa Fulbright menyediakan beasiswa untuk semua program S2, S3, Ph.D, Penelitian, dan program non-gelar untuk tahun ajaran 2012-2013.
Berikut cara mengajukan aplikasi untuk mendaftar:
  1. Isi aplikasi pendaftaran yang bisa diunduh di laman resmi Fulbright atau melalui kantor Aminef,
  2. Menyertakan berkas fotokopi Test of English as Foreign Language (TOEFL), baik TOEFL nasional ataupun Internsional yang berlaku hingga dua tahun.
  3. Surat rekomendasi dari atasan, dosen maupun pembuat kebijakan di kampusmu.
  4. Transkrip nilai yang sudah diterjemahkan dan dilegalisir
  5. Fotokopi KTP dan Passport
Adapun persyaratan pelamar sebagai berikut:
  1. Memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, komitmen dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
  2. Mengetahui budaya Indonesia dan Amerika guna pertukaran budaya yang diharapkan menjadi jembatan dalam mempererat hubungan bilateral antar kedua negara.
  3. Berkomitmen pada program studi yang dipelajari atau pada penelitian yang diajukan
  4. Bersedia kembali ke Indonesia setelah mendapatkan gelar
  5. Bersedia membaktikan ilmu yang didapat sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat.
Daftarkan dirimu melalui situs Fulbright, atau untuk lebih lengkapnya, langsung ke kantor Aminef di CIMB Plaza lantai tiga, Jalan Jendral Sudirman Kavling 25, Jakarta. Tenggat waktu untuk mendaftar di tahun ajaran 2012-2013 ini adalah 15 April 2012. Walaupun masih lama, baiknya kamu persiapkan sejak sekarang. | okezone
SUMBER

Beasiswa Untuk Mahasiswa PTN S1

Ini dia kabar gembira bagi kamu mahasiswa yang mengenyam pendidikan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di berbagai daerah di Nusantara.
Tersedia program beasiswa Belajar Bersama Bang AFIM bagi kamu mahasiswa S-1 yang berprestasi secara akademis dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar namun mengalami kesulitan keuangan dalam membiayai kegiatan perkuliahan di PTN tersebut.
Belajar Bersama Bang AFIM merupakan program Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Montpellier, Prancis bersama masyarakat Prancis-Indonesia di Montpellier dan didukung oleh beberapa asosisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Program beasiswa ini meliputi biaya SPP, biaya hidup bulanan, pembelian buku-buku maupun referensi kuliah, serta bimbingan akademik.
Persyaratan untuk mendaftar pun cukup sederhana. Kamu harus memenuhi lima kriteria, yakni terdaftar sebagai mahasiswa S-1 di semua PTN, minimal semester tiga; menyertakan satu lembar CV; menuliskan satu lembar surat motivasi; memiliki prestasi akademik yang baik, dan tentunya memiliki masalah keterbatasan ekonomi dalam membayar biaya perkuliahan.
Untuk mendaftar, kamu dapat mengunduh formulir pendaftaran melalui laman http://www.ppi-montpellier.comule.com/. Penyerahan dokumen pengajuan beasiswa, paling lambat 20 Agustus 2011 mendatang. Sementara pengumuman beasiswa secara online pada 1 Oktober 2011.
Aplikasi pengajuan beasiswa dapat dikirim melalui email afim.montpellier@gmail.com. Atau dikirim ke Bapak Aldi Kamal Wijaya, Jalan Raya Semplak No 01 RT 03 Rw 08, Gang SD Neglasari, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor 16114, Jawa Barat. Serta ke alamat Ibu Murtihapsari Hartono, Jalan Serayu No. 1111, Sanggang, Kota Manokwari 98312, Papua Barat. SUMBER

Sabtu, 06 Agustus 2011

10 Aspek Degradasi Moral dan 11 Prinsip Pendidikan Karakter

Menurut Thomas Lickona (Sutawi, 2010), ada 10 aspek degradasi moral yang melanda suatu negara yang merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa.

Degradasi Moral dan Prinsip Pendidikan Karater
Kesepuluh tanda tersebut adalah:
  1. meningkatnya kekerasan pada remaja
  2. penggunaan kata-kata yang memburuk
  3. pengaruh peer group (rekan kelompok) yang kuat dalam tindak kekerasan
  4. meningkatnya penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas
  5. kaburnya batasan moral baik-buruk,
  6. menurunnya etos kerja
  7. rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
  8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
  9. membudayanya ketidakjujuran
  10. adanya saling curiga dan kebencian di antara sesama.
Meski dengan intensitas yang berbeda-beda, masing-masing dari  kesepuluh tanda tersebut tampaknya sedang menghinggapi negeri ini. Dari kesepuluh tanda-tanda tersebut, saya melihat aspek yang kesembilan yakni membudayanya ketidakjujuran tampaknya  menjadi persoalan serius di negeri ini. Kejujuran seolah-olah telah manjadi barang langka.
Atas dasar  itulah maka  pendidikan karakter menjadi amat penting. Pendidikan karakter menjadi tumpuan harapan bagi terselamatkanya bangsa dan negeri ini dari jurang kehancuran yang lebih dalam.
Meski hingga saat ini belum ada rumusan tunggal tentang pendidikan karakter yang efektif, tetapi barangkali tidak ada salahnya jika kita mengikuti nasihat  dari Character Education Partnership bahwa untuk dapat mengimplementasikan program pendidikan karakter yang efektif, seyogyanya memenuhi beberapa prinsip berikut ini:
  1. Komunitas sekolah mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai inti etika dan kinerja sebagai landasan karakter yang baik.
  2. Sekolah berusaha mendefinisikan “karakter” secara komprehensif,  di dalamnya  mencakup berpikir (thinking), merasa (feeling), dan melakukan (doing).
  3. Sekolah menggunakan pendekatan yang komprehensif, intensif, dan proaktif dalam  pengembangan karakter.
  4. Sekolah menciptakan sebuah komunitas yang memiliki kepedulian tinggi.(caring)
  5. Sekolah menyediakan kesempatan yang luas bagi para siswanya untuk melakukan berbagai tindakan moral (moral action).
  6. Sekolah menyediakan kurikulum akademik yang bermakna dan menantang, dapat menghargai dan menghormati seluruh  peserta didik, mengembangkan karakter mereka, dan berusaha membantu mereka untuk meraih berbagai kesuksesan.
  7. Sekolah mendorong siswa untuk memiliki motivasi diri  yang kuat
  8. Staf sekolah ( kepala sekolah, guru dan TU) adalah sebuah komunitas belajar etis yang senantiasa  berbagi tanggung jawab dan mematuhi nilai-nilai inti yang telah disepakati. Mereka menjadi  sosok teladan bagi para siswa.
  9. Sekolah mendorong kepemimpinan bersama yang memberikan dukungan penuh terhadap gagasan  pendidikan karakter dalam jangka panjang.
  10. Sekolah melibatkan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam upaya pembangunan karakter
  11. Secara teratur, sekolah melakukan asesmen  terhadap budaya dan iklim sekolah, keberfungsian para staf sebagai pendidik karakter di sekolah, dan sejauh mana siswa  dapat mewujudkan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan nilai-nilai inti etika di sekolah, tentu saya gembira jika sekolah-sekolah kita dapat menempatkan kejujuran sebagai prioritas utama dalam pengembangan program pendidikan karakter di sekolah. Gordon Allport menyebutkan bahwa kejujuran adalah mahkota tertinggi dari sistem kepribadian individu. Jadi. sehebat apapun kepribadian seseorang jika di dalamnya tidak ada kejujuran, maka tetap saja  dia hidup tanpa mahkota, bahkan mungkin justru dia  bisa menjadi manusia yang berbahaya dan membahayakan.
SUMBER

Sabtu, 23 Juli 2011

Ketika Hamba Chatting Dengan Tuhan



 
BUZZ...

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggil-Mu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN. Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN :

Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.

Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada
mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri,
jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang
indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

………TUHAN has signed out
SUMBER

Minggu, 26 Juni 2011

Orang-Orang di Pinggiran Kampus

A.    Definisi dan Tipologi Mahasiswa
Mahasiswa menurut definisi yang kita dapatkan semenjak pertama kali masuk dalam dunia kampus adalah “Orang yang terdaftar di Perguruan Tinggi dan Mengikuti Semester Berjalan”. Secara administrative definisi mahasiswa seperti yang dikemukakan diatas memang benar. Namun seiring perjalanan intelektual penulis, penulis menemukan beberapa type-type mahasiswa sesuai dengan kecenderungannya. Dalam bukunya Alto MakmurAlto, seorang mahasiswa Elektronika angkatan ‘99’ yang menyelesaikan program study D3 nya selama 6 Tahun yang berjudul “Dalam Diam Kita Tertindas” membagi mahasiswa kedalam 2 jenis, yakni mahasiswa apatis dan mahasiswa aktifis. Mahasiswa apatis adalah mereka yang sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak terlalu peduli dengan keadaan di sekitarnya dan kondisi sosia politik yang sedang  berlangsung. Kemudian jenis mahasiswa apatis ini terbagi lagi atas:
  1. Mahasiswa Pinggiran yakni mahasiswa yang berasal dari kelompok menengah kebawah yang datang kuliah hanya untuk memperbaiki ekonomi keluarganya dan mengangkat stasus socialnya dalam masyarakat. Tipe mahasiswa macam ini biasanya tidak mau terlibat dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan karna takut mengambil resiko yang buruk misanya lambat selesai dan kuliah akan ambruk, yang berarti biaya kulia akan semakin membengkak.
  2. Mahasiswa Salon yakni mahasiswa yang hanya datang kekampus hanya ingin pamer gaya, perlihatkan trend yang lagi hangat serta menceritakan keteman-temannya film baru yang ia tonton di bioskop, memperlihatkan model rambut terbarunya serta membicarakan pacar barunya yang baru ia gaet di mall waktu malam minggu. Mereka sama sekali tidak peduli dan tidak mau peduli dengan keadaan sekitarnya, apalagi berbicara gerakan mahasiswa, karna mereka memang tidak mau peduli dengan orang lain apalagi wacana intelektual.
  3. Mahasiswa jalan pintas , yaitu mahasiswa yang semata-mata hanya mengejar gelar, tidak peduli cara yang ditempuh illegal atau tidak. Prakti-prakti menjilat dan “memperkosa”  intelektual. Mereka sama sekali tak mau mengurusi gerakan kemahasiswaan karna itu bisa menghambat mereka untuk selesai dan memperoleh nilai IPK yang buruk.
  4. Mahasiswa anak mami yakni mahasiswa yang sangat akademistik, sibuk dengan tugas-tugas kuliah, konsultasi dengan dosen, menghabiskan banyak waktu di Lab sehingga tak ada waktu untuk memikirkan yang lain, apalagi memikirkan gerakan mahasiswa yang jelas-jelas tidak ada efeknya bagi dirinya.
Kemudian ada juga tipe mahasiswa aktifis yang kemudian terbagi lagi ke dalam 3 golongan yakni;
  1. Aktifis Fungsionaris. Mahasiswa tipe ini terlibat aktif dalam kepengurusan (pengurus, panitia, peserta dll)  tapi tidak terlibat sepenuhnya pada gerakan mahasiswa.
  2. Aktifis Pragmatis, Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang betul – betul terlibat dalam gerakan kemahasiswaan, tapi mereka menggunakan keterlibatannya itu untuk kepentingan dirinya sendiri, dekat dengan pejabat, menjadi populis dan sebagainya agar kelak di kemudian hari mereka bisa mendapatkan kedudukan politik yang lebih baik serta ekonomi yang lebih baik pula.
  3. Aktifis Kritis Idealis. Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang betul – betul terlibat dalam grakan kemahasiswaan dan murni untuk pembelaan rakyat, berjuang demi kepentingan orang banyak tampa pamrih serta lebih banyak hidupnya diabdikan untuk masyarakat. Tipe mahasiswa macam ini pada umumnya akademiknya anjlok, lama selesai serta memiliki IPK yang buruk Tipe mahasiswa macam ini sudah jarang ditemui dan hamper punah. Mereka meninggalkan akademik demi pengabdian kepada masyarakat dan menginginkan adanya perubahan kearah yang lebih baik.
  4. Aktifis Kritis Idealis Akademisi. Mahasiswa macam ini adalah tipe mahasiswa yang sempurna, disamping dia sebagai seorang aktifis idealis dan kritis dia juga rajin dalam menjalani rutinitas akademik, Namun sangat susah mengawikan antara kritis dan rutinitas-rutinitas akademik karna umumnya mahasiswa yang kritis akan mengkritisi system pengajaran yang bergaya konservatif, anti kritik dan bergaya bank (murid adalah tabungan kosong yang senantiasa harus diisi oleh pemilik kebenaran yakni pengajar). Mahasiswa yang pernah membaca konsep pendidikan ala Paul Freire dan pemikir-pemikir pendidikan yang kritis umumnya akan selalu membantah model pembelajaran yang ada di ruang kuliah dan hal ini akan menimbulkan ancaman terhadap akademiknya.
Seiring perjalanan waktu yang semakin hari semakin menekan dan memaksa kita untuk segera menyelesaikan studi. Hal ini membuat prosentasi mahasiswa apatis lebih meningkat daripada mahasiswa aktifis, jumlah peserta pengkaderan semakin hari semakin menurun dan bahkan hampIr pula punah, tinggal sedikit orang yang mau ikut dalam lembaga kemahasiswaan untuk bersama-sama memperjuangkan hak rakyat, mereka kebanyakan memilih duduk manis di bangku perkuliahan dan habis perkuliahan mereka lebih banyak memilih mejeng ke mall atau ngapel dirumah pacarnya atau lebih senang menghabiskan waktu di rental playstation bersama temannya atau lebih parah lagi menikmati indahnya dunia malam yang erotis (dugem). Mereka tak mau ambil pusing dengan kondisi social sekitarnya, lebih nikmat berduaan bersama pujaan hatinya di Mall ketimbang berpanas-panas ria mendampingi pedagang-pedagang kaki lima yang akan digusur oleh pemerintah dan sebagainya.

B. Mahasiswa yang Terasing
Dominasi mahasiswa akademisi dikampus menjadikan mahasiswa yang merasa dirinya aktifis menjadi terasing dalam kampus, dianggap “bodoh”  oleh sebagian mereka yang merasa pintar dalam dunia akademik, merasa sombong karna bisa dekat dengan dosen dan diangkat menjadi asistennya. Dengan bangga memperlihatkan nilai “A” yang diperolehnya dengan sangat manipulatif. Dia menjadi bahan tertawaan karna tidak mampu mengikuti mode yang sedang berkembang serta dianggap kampungan karna belum nonton film terbaru di bioskop dan belum punya pacar. Kultur yang sangat hedonistic telah menjadikan hampIr semua mahasiswa menjadi apatis, tak peduli dengan kondisi masyarakat disekitarnya dan bahkan ada sebagian dari mereka yang menganggap masyarakat yang digusur tersebut memang layak digusur karna mereka hanyalah sampah yang semestinya memang harus disingkirkan demi memenuhi criteria dari globaliasi dan modernisasi. Tak sedikit diantara mahasiswa yang apatis ini menganggap bahwa berlembaga hanyalah membuang-buang waktu sehingga mereka selalu memandang miris orang-orang yang aktif di lemabaga kemahasiswaan.

C. Mahasiswa di Pinggiran Kampus
Biasanya mahasiswa aktifis yang lebih banyak waktunya diluar kampus dan lebih banyak mendapatkan ilmu diluar kampus tak mendapatkan tempat di kampus. Mereka hanya patut hidup dipinggiran kampus, ditengah-tengah ruang perkuliahan, mereka hanya menjadi referensi buruk dari sebagian dosen yang mengajar, sehingga menjadikan mereka enggan untuk mengikuti rutinitas-rutinitas akademik. Pendidikan yang senantiasa berorientasi pada dunia kerja, dengan dalih persaingan global namun pada dasarnya mencoba merakit kita menjadi robot-robot pelayan globalisasi. Namun menurut penulis setidaknya orang-orang yang berada dipinggiran kampus tersebut memiliki kemerdekaan, paling tidak dia tidak menjadi mahasiswa-mahasiswa penghamba nilai dan berparadigma ABS (Asal Bos Senang). Ruang perkuliahan bukanlah tempat memanusiakan manusia namun lebih sebagai tempat merobotkan manusia (Robotisasi Mahasiswa), membuat kita terasing dengan kondisi sebenarnya dan menjauhkan kita dari realitas social yang sangat menyedihkan, menjadikan kita bermental anjing herder karna ketakutan lama selesai dan IPK akan ambruk sehingga menyulap kita menjadi orang-orang penurut dan bekerja sesuai instruksi bukan nurani, sebagaimana robot yang bekerja sesuai dengan tombol-tombol yang telah didesaign oleh sang majikan tanpa pernah bisa berbuat diluar kehendak tombol. Hanya robot yang tidak memiliki kepedulian social, namun apabila manusia juga tidak memiliki kepedulian social maka mungkin tak ada salahnya kita menyebut mereka juga adalah robot.



Penulis adalah Kanda Edi Saputra P yang merupakan Alumni dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNM. Dulunya ketika beliau membuat tulisan ini, beliau termasuk Mahasiswa yang Malas dan Muak dengan Pendidikan Formal.

Sabtu, 19 Maret 2011

Sekolah Dibubarkan Saja!


Judul Buku : Sekolah Dibubarkan Saja!
Penulis : Chu-DielL
Tahun : Cetakan I, Juni, 2010
Penerbit : InsistPress, Yogyakarta
Tebal : xiv + 178 halaman

Buku ini adalah rekam jejak pengalaman penulis bergaul dengan kalangan remaja usia sekolah ketika masih menjadi aktivis kesehatan dan reproduksi di Ranah Minang, Sumatera Barat, tempat kelahiran dan kehidupan penulis.

Segenggam godam dihujam soal kegiatan belajar mengajar di sekolah. Gugatan-gugatan disampaikan penulis dalam pergumulan reflektif penuh kekecewaan dari beberapa sahabat pelajar sekolah yang pernah dia temui. Para pelajar itu menganggap kalau sekolah tak bisa memberikan yang terbaik sesuai cita-cita dan keinginan.

Menjadi siswa di sekolah harus mau dipaksa belajar agar sekolahnya mendapatkan tingkatan prestasi cemerlang dan guru-guru bisa dianggap sebagai pahlawan pendidikan yang layak mendapatkan kesejahteraan, meskipun apa yang diajarkan di sekolah tidak sesuai kebutuhan dasar hidup. Kecemburuan dan kekecewaan mereka terhadap sekolah yang hanya mengejar angka dan prestasi kuratif lainnya, membuat mereka menginginkan sekolah dibubarkan saja. (hlm: 32-33)

Penulis melukiskan kegeraman-kegeraman itu dalam dua bentuk penyampaian; secara naratif dan dialog kritis. Sub judul yang diambil penulis pun tak kalah menggigit nalar mapan tentang pendidikan formal di sekolah. Sistem seragam sekolah, sepatu, model potongan rambut dan lainnya, yang tidak berkaitan langsung dengan pengembangan kecerdasan sekolah, dianggap sebagai sistem yang aneh. Minat bakat individu yang dipangkas oleh pilihan jurusan sekolah yang terbatas telah membunuh daya kreatifnya. Ini disampaikan secara kritis oleh penulis dalam bab khusus: “Sekolah yang Membunuh.”

Dalam bahasan selanjutnya, penulis juga mempertanyakan pesta setelah ujian sekolah yang dianggapnya menyedihkan, karena acapkali hasil ujian diwarnai dengan keculasan dan kecurangan. Aksebilitas pendidikan kaum miskin juga menjadi titik kritik tak pernah habis. Menurut penulis, sekolah sejak puluhan tahun yang lalu telah ditempeli pamflet “orang miskin dilarang masuk”. Pelajar miskin yang ingin mencari pengalaman pengetahuan dan kedewasaan berpikir diibaratkan seperti virus yang tak boleh masuk dalam kawasan steril pendidikan. Ironisnya, hingga kini pemerintah seperti abai.

Semua kegelisahan pendidikan formal dari penulis mengakumulasi pada tanda tanya eksis sebuah “pabrik” raksasa paling berpengaruh di negeri ini, sekolah itu. Paradigma pendidikan sekolah yang hanya menempatkan siswa sebagai objek yang harus menurut peraturan sekolah, rajin mengerjakan tugas, disiplin hadir di sekolah dan menyimak total dengan seksama pelajaran-pelajaran yang disampaikan guru di kelas, membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman dan membosankan.

Karena itulah, dengan sinis-genit, penulis mengatakan, pelajaran yang paling menarik bagi siswa di sekolah adalah ketika ada pengumuman para guru sedang rapat atau sekolah diliburkan tiba-tiba. Sekolah menjadi taman pesakitan pelajar. Belajar di sana adalah karena keterpaksaan kultural, bahwa sekolah dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Padahal tak selamanya dan tidak senyatanya demikian. Buku ini mencoba mendekonstruksi nalar pikir dominan kita itu. Meskipun masih menyisakan tumpukan solusi.

M Abdullah Badri
peneliti di Idea Studies Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang

Sumber

Beasiswa Ke AS untuk SMA/DIII

Salah satu program beasiswa dalam Fulbright Scholarship yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia adalah Community College Initiative Program (CCIP). Program beasiswa studi nirgelar ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pelajar untuk mengembangkan profesionalitas mereka di tingkat community college di Amerika Serikat (AS).
Adapun bidang-bidang studi yang diprioritaskan menerima beasiswa ini adalah pertanian, teknik, bisnis dan administrasi, ilmu kesehatan (keperawatan), teknologi informasi, media, dan manajemen kepariwisataan.
Bagi yang berminat, pelamar disyaratkan memiliki ijazah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Diploma (D-1, D2 atau D3). Syarat lainnya, nilai ITP minimum 500 (IELTS 5.0) atau TOEIC 650.
Memang, lulusan sarjana (S-1) juga diperbolehkan mendaftar. Hanya saja, latar belakang pendidikannya harus berbeda dengan bidang yang akan diambil. Sementara mahasiswa atau lulusan program S-2 atau S-3 tidak dapat mengikuti program ini.
Informasi mengenai beasiswa ini bisa dilihat http://www.aminef.or.id. Batas waktu pengiriman aplikasinya masih panjang, yaitu sampai 1 November 2011.

Beasiswa Kuliah Di Arab

King Fahd University of Petroleum and Minerals, Saudi Arabia, membuka penawaran beasiswa program Master dan PhD di bidang teknik dan sains tahun akademik 2011/2012.
Beberapa bidang studi yang dibuka untuk meraih beasiswa ini di antaranya Teknik Luar Angkasa, Teknik Arsitektur, Teknik Kimia, Perencanaan dan Tata Kota, Teknik Komputer, dan lain-lainnya. Pelamar disyaratkan memiliki IPK minimal 3,00 dengan skala 4,00.
Bagi yang berminat, informasi mengenai program studi dan skema beasiswa bisa dilihat di situs http://www.kfupm.edu.sa. Batas pengiriman aplikasinya secara online hanya dibuka sampai 6 April 2011

Jumat, 18 Maret 2011

Indonesia Bakal Kelebihan 300.000 Guru


Pemetaan Kementerian Pendidikan Nasional menunjukkan jumlah guru di Indonesia mengalami kelebihan sekitar 300.000 guru. Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat menggelar jumpa pers penutupan Rembuk Nasional Pendidikan 2011 di Depok, Jumat (18/3/2011).
Pemetaan tersebut, lanjut Nuh, dilakukan melalui mekanisme yang ada pada saat ini. Jika diatur dengan komposisi 1 : 24 (1 guru mengajar 24 siswa), maka kelebihan tersebut bisa turun menjadi sekitar 180.000 guru."Kebutuhan guru kita jika dipetakan sampai 2014 itu lebih dari 300.000," kata Nuh kepada wartawan.
Untuk itu, melalui program multigrade, guru bisa mengajar lebih dari satu pelajaran dan kelebihan jumlah guru bisa lebih diefisiensikan menjadi 40.000 guru.
"Dengan komposisi 1 : 24 itu, kelebihan guru bisa turun menjadi 180.000 guru. Jika diatur lagi kebutuhannya dengan multigrade, satu guru tidak hanya mengajar satu mata pelajaran, tetapi bisa dua atau tiga mata pelajaran yang sekelompok. Maka dar itu, kelebihan jumlah guru bisa turun hingga 40.000 orang," papar Nuh.
Nuh menambahkan, jika konsep multigrade tersebut dimanfaatkan dengan baik menggunakan penataan regulasi yang juga baik, bisa dibayangkan efisiensi yang dihasilkan. Karena dengan konsep itulah seorang guru Matematika, misalnya, bisa juga mengajar Fisika. Karena memang, setiap guru diberikan kewenangan mengajar sesuai kelompok pelajaran yang dikuasainya.
"Ada pelajaran mayor dan ada pelajaran minor. Mayornya tetap satu, tetapi minornya bisa dua atau lebih," ujar Nuh.
Ia mengatakan, konsep multigrade memungkinkan pemerintah menghemat hingga miliaran rupiah. Penghematan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan guru, beasiswa, dan penambahan fasilitas.

Sumber

Selasa, 08 Maret 2011

Mahasiswa di Bawah Bayang – Bayang Ketakutan


(Catatan seorang mahasiswa yang malas)
Oleh : Edi Saputra P

Cerita di balik jendela
Bunyi dering Hand phone yang sengaja kuletakkan tepat di dekat bantal gulingku dengan asumsi bahwa aku bisa terbangun dan menunaikan misi suciku membawakan Kalungan salempang dan toga kepada kepada kedua orang tuaku hanya menjadi alunan musik yang sangat mengganggu orang lain karna ternyata aku sama sekali tak terusik dengan bunyi itu, walau meski  aku sempat terbangun untuk mematikan HP ku dan kembali melanjutkan sandaran kepalaku di atas bantal yang empuk membuatku seakan – akan lupa kalau pagi ini aku harus masuk kuliah dan menunaikan misi suciku tersebut. Bayangan orang tuaku mungkin tak seperti apa yang terjadi pada anaknya, harapan ingin melihat anaknya menjadi tukang servis berdasi yang handal ternyata hanya menjadi seorang mahasiswa yang terlambat bangun, jarang masuk kampus, “patoai – toai” sama dosen, menghabiskan waktu dengan secangkir kopi dan rokok dan masih banyak lagi yang  diluar  harapan orang tuaku. Entahlah aku lebih senang membaca buku sastra dan politik ketimbang membuka buku elektronika dan buku – buku yang menjadi penuntun disiplin ilmuku. Setiap kali aku menginjakkan kaki di jurusan yang bak penjara itu, mata – mata tak bersahabat dengan sering menyambutku disana, entah ada apa gerangan. Sekali – kali kubuka lembaran kartu penilaianku ternyata nilai “C” dan “E” menjadi hiasan yang banyak menghiasi lembaran sakti itu.

Nilai dan dosen, hal yang menakutkan
Setiap kali berbicara akademik, pintu gerbang awal yang mesti dilalui adalah dosen dan nilai, dosen yang terkadang menjelma menjadi dewa bagi mahasiswa yang akademisi dan nilai sebagai surganya yang membuat banyak mahasiswa “terpaksa”  harus menjadi hamba yang taat, karna ketakutan tidak mendapatkan surga ketika berani membangkang pada  dosen menjadi hal yang biasa di kampus, bayang – bayang dunia kerja menjadi candu yang menyulap banyak mahasiswa menjadi akademisi. Takut berkata tidak demi meraih simpati sang dewa demi mendapatkan surganya membuat banyak orang menjadi apatis terhadap kondisi di sekitarnya. Yah….sekelumit persoalan yang menurut banyak orang hanyalah alibi sang penulis untuk menutupi kemalasannya dalam kuliah, terserah orang mau bilang apa yang jelasnya aku hanya mau berpesan “tak semua yang malas itu bodoh, tapi terkadang malas itu lahir karna ketidaksepakatan”. Menurut pesan nenek moyangku dulu, lebih baik hancur berkalang tanah daripada menghamba pada kemunafikan. Mungkin aku akan menyelesaikan kuliahku tepat waktu, yah pas     5 tahun dan aku akan bangga dengan gelar A.md ku, sebuah ilusi surgawi, kemudian menikah dan punya anak lalu meninggal dan hanya meninggalkan sejarah bahwa aku adalah mahasiswa yang malas, biarlah alasan kemalasanku kupendam sendiri agar tidak menjadi racun buat adik – adikku nantinya. Kalaupun ada yang masih mau mendengarkanku, aku hanya ingin bilang bahwa; Ada Yang Salah Dengan Negri ini….
Salam….    

Penanaman Nilai – Nilai Kemanusiaan; Upaya Meretas Konflik


Penulis : EDI SAPUTRA P
A. Lahirnya Konflik
Saat kuberjalan di kampusku, kudengar sebuah letusan, aku bertanya dalam hati apakah itu? Ternyata ada perang di kampusku
Bukan lagi cerita baru ketika kita berbicara konflik di parang tambung, hampir tiap tahunnya letusan “papporo” menjadi alunan musik ciri khas UNM ParangTambung. Saling baku tembak senjata rakitan (papporo) menjadi hobby tersendiri untuk mahasiswa parang tambung. Kenapa sering terjadi konflik di Parang Tambung?. Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan  antara orang – orang, kelompok – kelompok atau organisasi – organisasi. Suatu konflik yang terkadang lahir secara alami kemudian dijadikan cost conflict (simpanan konflik/tabungan konflik) oleh segelintir orang yang memiliki kepentingan terhadap konflik tersebut. Lahirnya pertentangan – pertentangan yang mulanya hanyalah pertentangan individu – individu kemudian di design oleh segelintir “sutradara” konflik yang kemudian menjadikan konflik tersebut meluas hingga menyisakan cost (simpanan) yang sewaktu – waktu bisa dimainkan lagi sesuai dengan kebutuhan. Adanya sekat geografis, sekat agama, serta sekat – sekat lainnya terkadang memicu konflik massa, karena perbedaan – perbedaan sekecil apapun sangatlah mudah disulut menjadi sebuah letupan massa yang anarkis karena pada dasarnya setiap manusia memiliki ego individu masing – masing. Namun konflik yang lahir secara alami (natural) tanpa design akan mudah terselesaikan karena pada dasarnya setiap diri manusia senang akan kedamaian. Namun berbeda dengan konflik yang terencana ( design conflict) akan cenderung memakan waktu yang lama karena sengaja disimpan untuk berbagai kebutuhan, baik dari segi politik kekuasaan maupun dari segi ekonomi.

B. Tinjauan Konflik dari segi politik kekuasaan dan ekonomi.
Adanya konflik terkadang menjadi suatu keuntungan tersendiri bagi kalangan elite. Adanya letupan konflik bisa dimanfaatkan oleh kaum elite dalam pembangunan image (image builing), misalnya ketika terjadi kerusuhan kemudian seseorang bisa muncul sebagai penengah atau penetralisir  atau dengan kata lain muncul sebagai hero yang kemudian akan sangat membantu dalam pembangunan citra dan biasanya tipologi macam ini sering terjadi ketika moment – moment menjelang pemilihan, baik itu pemilihan kades, camat, bupati, gubernur, walikota sampai presiden. Kemudian konflik juga terkadang digunakan untuk menutup suatu isu, atau konflik terkadang digunakan sebagai pengalihan wacana oleh kaum elite demi kepentingan kekuasaan, misalnya ketika ada kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah namun dianggap akan menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan maka pada saat itu “sutradara” konflik dapat memainkan peran dalam menciptakan suasana tegang dengan tujuan pemecahan konsentrasi sehingga grand issue (issu utama) menjadi kabur. Tipologi konflik macam ini sering ditemukan di kampus – kampus, ketika ada kebijakan pemerintah yang menuai kritik dari mahasiswa maka pada saat yang bersamaan akan terjadi konflik di kampus.  Kemudian dari tinjauan  ekonomi keterlibatan intelijen kepolisian dalam memainkan konflik juga tak dapat dipungkiri, karena ketika terjadi konflik di suatu lokasi maka pihak kepolisian akan mendapatkan proyek yakni proyek “mengamankan” suasana yang jelas juga akan mendapatkan tambahan dana pengamanan seperti konflik yang terjadi beberapa tahun lalu di UNHAS antara Fakultas Teknik dan Sospol. Menurut keterangan beberapa mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Sospol bahwa yang melakukan penyerangan adalah “oknum” yang tak di kenal oleh kedua fakultas yang bertikai, artinya apa bahwa ada Big Skenario (skenario besar) di balik konflik yang terjadi di UNHAS, konflik yang di pesan (order) untuk dijadikan proyek penambahan pudi – pundi dana buat kepolisian, kasus yang juga hampir sama di UNM Parangtambung.

C. Analisis Konflik di Kampus UNM ParangTambung
Berbicara tentang konflik dalam skala kampus, sangat tidak enak ketika tidak membicarakan kampus parang tambung, parang tambung yang berasal dari bahasa makassar yang berarti “timbunan parang” merupakan kampus paling rawan konflik di Indonesia Timur. Hampir setiap tahun 3 sampai 4 kali UNM parangtambung menghiasi berita – berita baik media cetak maupun elektronik, apalagi kalau bukan soal tawuran atau bahasa kerennya perang. Kenapa kampus UNM parang tambung sangat rawan akan konflik?. Menurut analisis penulis bahwa ketika terjadi konflik di UNM parang tambung kita jangan melihatnya secara parsial atau Glokal tapi mari kita lihat konflik ini secara Global. Ketika terjadi konflik (baca:perang) di parangtambung coba kita lihat masalah apa yang terjadi di rektorat, apa yang terjadi di Gubernuran, apa yang terjadi di Senayan dan apa yang terjadi dengan negara kita karena menurut analisa penulis bahwa konflik yang terjadi di parang tambung adalah konflik by design, bukan konflik alami (natural konflik). Konflik parangtambung khususnya FT dan FBS adalah upaya memecah UNM karena disadari atau tidak bahwa mahasiswa parangtambung adalah penyumbang massa terbesar dalam setiap aksi seandainya kedua fakultas ini solid. Setiap perang yang terjadi di parangtambung ketika kita coba mengurai kejadiannya maka yang kita temukan hanyalah benang kusut. Ketika dicari sebab musabab  perang maka kita akan mendapatkan dua jawaban yang kontradiktif. FT mengatakan FBS yang mulai dan FBS mengatakan FT yang mulai, sebuah lingkaran setan yang tidak mempunyai ujung pangkal karena perang ini memang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu.  Perang biasanya terjadi ketika ada kebijakan – kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah, misalnya saja ketika isu kenaikan BBM pada saat itu tercatat beberapa kali kampus parangtambung ricuh lagi, kenaikan SPP serta banyak lagi kebijakan – kebijakan yang akan dikeluarkan namun terlebih dahulu didahului dengan konflik di kampus karena dengan tujuan agar konsentrasi aktivis terpecah, dalam hal ini mahasiswa menjadi dilematis karena di sisi lain mengkritisi kebijakan disisi lain mengatasi pergolakan internal, walhasil perlawanan menjadi tidak maksimal karena kita disibukkan untuk menuntaskan persoalan internal. Kemudian solusi yang dikeluarkan Birokrasi yakni pembangunan Tembok Berlin (tembok pemisah) antara FBS dan FT adalah solusi yang tidak radikal dan efektif, justru menurut analisa penulis bahwa hadirnya tembok pemisah justru akan menjadi saksi sejarah bahwa kedua fakultas ini adalah musuh abadi, sebuah simbol yang akan terus mencitrakan bahwa kedua fakultas ini memang bermusuhan, sampai beberapa generasi berikutnya.

D. Solusi Alternatif penyelesaian konflik
Konflik yang terjadi di parangtambung antara FT dan FBS adalah karena adanya arogansi ekstrem antar fakultas, bangunan yang terpisah serta pergaulan yang terpisah pula akan menyebabkan fanatisme salah kaprah. Coba kita bayangkan seandainya tata bangunan di UNM kita modifikasi, kita campur – campur jurusannya, dalam artian tak ada penyatuan bangunan dalam bentuk fakultas meskipun disiplin ilmu tetap kita bentuk fakultas. Misalnya di area teknik juga ada kelas untuk jurusan bahasa inggris, ada kelas untuk jurusan matematika, serta elektronika dalam satu bangunan, sehingga rasa fakultisme tidak menonjol keras karena kita akan bercampur dalam pergaulan, ataukah ada kuliah umum yang mana diikuti oleh semua jurusan sehingga kita bisa saling kenal mengenal, hal ini bisa meminimalisir konflik karena ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta dan tak cinta maka kita perang”. Selain itu penataan suasana kampus yang sangat tidak asri khususnya Fakultas Teknik yang mana sangat gersang sehingga menimbulkan stress bagi mahasiswa, karena suasananya memang mendukung. Hal ini mungkin bisa menjadi pertimbangan pihak birokrasi dalam upaya meretas konflik karena penulis banyak bercermin di pergaulan UKM. Kenapa UKM bisa menjadi lokasi yang netral karena di UKM kita tidak tersekat – sekat oleh jurusan atau fakultas, namun kita ketemu dalam satu kesamaan bakat atau hobby.

E. Penanaman Nilai – Nilai Universal
Kalau kita memetakan konflik yang terjadi di kampus parang tambung adalah konflik antar fakultas, padahal kalau kita mau menarik kesaman mahasiswa di kedua fakultas ini kita akan menemui banyak kesamaaan. Diantaranya ketika kita menggunakan payung daerah maka kita akan menemukan banyak mahasiswa FT dan FBS berasal dari daerah yang sama, kemudian kita lepas lagi payung kedaerahan maka kita akan menemui kesamaan dalam payung keyakinan (agama) misalnya banyak mahasiswa FT dan FBS ternyata memiliki kesaman agama, kemudian kita lepas lagi payung keyakinan maka kita akan menemui satu kesamaan universal, yakni kita ternyata sama – sama manusia, sama – sama lahir dari keturunan Adam dan Hawa, kita semua adalah saudara, kita memiliki persamaan nilai – nilai kemanusiaan, sekali lagi kita adalah saudara kenapa harus perang. Inilah yang harus kita tanamkan pada diri masing – masing agar potensi konflik bisa kita minimalisir karena kita semua cinta kedamaian.

Minggu, 06 Maret 2011

Curahan Hati Di Usia Senja

*Oleh : WY Hamdi        
       Aku hanyalah seorang mahasiswa tua di kampus ini yang pada semester akhir menderita dalam proses penyelesaian studi. Aku lalu teringat pepatah klasik “bersakit-sakit dahulu bersenang-senag kemudian” pepatah ini mungkin ada benarnya namun ketika aku melakukan refleksi atas pengalaman pribadiku dan pengalaman teman-temanku, aku malah berkesimpulan bahwa sebuah ketololan bagi orang-orang zaman sekarang untuk mengikuti pepatah tersebut.
            Bagaimana tidak jika seorang yang meyakini kebenaran pepatah tersebut kemudian sedari awal bersusah-susah mengikuti seluruh aktifitas akademik yang sangat ketat dan penuh dengan tugas-tugas dengan harapan di semester akhir nanti dia akan santai dalam menyelesaikan studinya dan setelah menyelesaikan studi semuanya akan berakhir dan dia dapat santai dan bersenang-senang, atas semua itu aku hanya dapat prihatin bukan lantaran aku pada proses penyelesaian studi dapat bersantai-santai tapi aku hanya prihatin melihat mereka yang telah tertipu dengan gambaran semu akan kebahagian yang akan menghampirinya yang merupakan buah dari usahanya.
Mari coba kita renungkan bersama-sama.
            Seorang mahasiswa yang sedari awal menceburkan diri dalam aktifitas akademik yang ketat dan penuh dengan tugas-tugas berharap pada akhir studinya akan bersantai-santai. Namun apa yang diperolehnya, pada proses penyelesaian studi diapun akan menderita karena tertipu oleh mitos keharusan menyelesaikan studi secepatnya dengan predikat cum laude (maaf kalau salah tulis) akhirnya waktunya dihabiskan hanya untuk belajar, belajar dan belajar (memangnya kita dilahirkan hanya untuk belajar ? tanpa memahami realitas kehidupan).
            Setelah lulus apa yang diperolehnya, bukannya bersantai-santai dia malah terperangkap dalam dunia kerja yang berisi rutinitas-rutinitas yang harus dijalankan tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu. Mungkin dia dapat berkhayal lagi bahwa dengan kerja kerasnya kelak dia akan bersantai-santai dan menikmatinya di hari tua. Lagi-lagi apa yang diperolehnya di hari tua, dia tidak dapat lagi bersenang-senang karena faktor usia yang sudah lanjut (kecuali dia mau menjadi bocah tua nakal). Dia pada hari tua bukannya bersenang-senang malah dia kemudian berpikir bahwa dia akan segera mati, lalu diapun sibuk mempersiapkan dengan sungguh-sungguh kematiannya yang disadarinya sudah dekat dengan harapan di akhirat kelak dia akan masuk surga (tapi benarkah surga akan menjadi imbalan dari apa yang telah dilakukannya ? semoga saja dia benar-benar masuk surga - Amin).
Lalu kapan dia dapat santai dan bersenang-senang ?
            Kalau begitu adanya maka benarlah kata Aziz, Kris dan kawan-kawannya di Jamrud “bersakit-sakit dahulu senangpun tak datang malah mati kemudiaan”
Karena itu penderitaanku di akhir masa studiku tak terlalu kusesali sebab paling tidak aku pernah santai dan bersenang-senang dengan status kemahasiswaanku dan sebelum aku melepas status kemahasiswaanku aku telah menyadari akan realitas yang akan aku hadapi di dunia  luar kampus (dunia nyata karena kampus bukan dunia nyata.
            Kampus adalah dunia tempat bereksperimen dan memupuk idealisme sebanyak-banyaknya agar idealisme dan spirit kemahasiswaan tak habis sampai tubuh ini ditimbun dalam tanah di kedalaman beberapa meter) kalaupun aku harus terjebak dalam rutinitas dunia kerja (PNS misalnya) maka itu adalah pilihan terbaik dari pilihan-pilihan terburuk yang ada didepanku dan aku pilih dengan penuh kesadaran.
Sebagai mahasiswa tua aku hanya berpesan kepada mahasiswa baru dan mahasiswa yang             masih             menganggap           dirinya   baru,
“………………………………………………………………………………….…
NIKMATILAH STATUS KEMAHASISWAANMU DENGAN SEGALA FASILITAS YANG ADA
NIKMATILAH KEBERADAANMU DALAM DUNIA KAMPUS DENGAN SEGALA POTENSI-POTENSI YANG ADA DIDALAMNYA
JADIKANLAH AKTIFITAS AKADEMIK HANYA SEBAGAI BUNGA-BUNGA KEMAHASISWAANMU KARENA KELAK SEMUA AKAN KAU TINGGALAKAN
PUPUKLAH SEBANYAK-BANYAKNYA IDEALISME DAN JADILAH MAHASISWA SEIDEALIS MUNGKIN YANG MENGATAKAN TIDAK PADA SEMUA KEMAPANAN
KARENA KELAK SEMUA AKAN KAU TINGGALKAN
DAN KELAK SEMUA AKAN MATI
……………………………………………………………………………………………………………” namun bagiku semua hanyalah cerita masa lalu yang telah aku lalu dan dalam penderitaan penyelesaian studiku aku masih dapat tersenyum bangga dan berkata “Yang jelas aku dan sahabat-sahabatku serta kawan-kawanku pernah bersenang-senang …………!!!  Dan itu adalah nilai lebih yang aku peroleh dan tak kau dapatkan

Senin, 28 Februari 2011

Pembelajaran Berbasis Komputer, “Mencari format pembelajaran masa depan”.

Suatu saat sekolah bukanlah gedung dengan bangku berjejer, yang dipenuhi dengan siswa-siswa yang dikatakan baik ketika standar indeks prestasi mencapai 4,0. ketika kepatuhan dan kerajinan menjadi patron sikap baik yang menghasilkan keluaran yang tersenyum terhadap penindasan, robot-robot pekerja, intelektual tukang, tanpa kesadaran transenden dan humanis. Sekolah bukan lagi rutinitas belajar senin sampai sabtu, datang, duduk, diam, ngantuk, dan pulang. Rutinitas membosankan yang mengasyikkan, sekolah yang mengajar siswa menjadi pemalas, penganjur kesadaran magis dan kesadaran naif.Sekolah bukan lagi tempat guru menjadi orang tercerdas dengan segudang ceramah retorik, yang menjadikan dirinya Tuhan dengan kitab standar kebaikan dan standar kecerdasan berada ditangannya. Sekolah dengan kurikulum tersusun rapi yang jauh terhadap realitas alam nyata, sekolah yang dijadikan dagangan mahal dan hanya diperuntukkan bagi kaum elite borjuis.
Pembelajaran Manusiawi
Menurut Freire pembelajaran seharusnya berlangsung dengan sistem pembelajaran hadap masalah (problem based learning) yang sangat ditekankan pada prinsip dialog untuk penyadaran. Metodologi pendidikan Freire ditekankan pada metode dialogis yaitu suatu metode pencarian kebenaran ilmiah bersama dalam suatu forum dialogis dengan prosedur human relations. Menurut freire tujuan utama pendidikan adalah membawa manusia pada tahap yang dinamakan konsientisasi yaitu proses dimana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan akan kemampuannya untuk merubah realitas itu.
Dalam praktik belajar dan mengajar Freire memperlihatkan teori praktis konsientisasi dalam perubahan paradigma belajar dan mengajar. Belajar dipahami sebagai keseluruhan proses menjadi sadar akan situasi konkrit dimana seseorang hidup, memahami bagaimana situasi itu muncul, bagaimana mengubahnya, dan lalu bertindak mengubahnya. Secara singkat belajar menurut Freire adalah suatu proses aktif dimana peserta didik diberikan kesempatan mendirikan bangunan pengetahuannya sendiri, guru atau pendidik hanya menjadi fasilitator atau mediator dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses belajarnya.
Sedangkan mengajar dimaknai sebagai suatu usaha untuk membangun dan mengelolah lingkungan yang mengarahkan terciptanya sutu proses belajar yang baik bagi peserta didik. Mengajar bukanlah proses verbalistik dimana pengajar menyampaikan materi dengan ceramah yang sangat retorik atau menggurui pelajar akan suatu teori yang sangat berbeda dengan apa yang dihadapi dalam lingkungan sosial, proses mengajar seperti ini menurut Freire sama dengan proses profaganda yang busuk. Pengajar yang berhasil adalah mereka yang sanggup menciptakan proses dialogis dengan pola timbal balik terhadap materi yang dipelajari. Tujuan utama pendidikan dan pembelajaran adalah proses pemanusiaan manusia.
Komputer dan Pembelajaran
Komputer sebagai refresentasi paling terdepan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan mesin serba bisa yang dapat diterapkan pada lini kehidupan apapun. Komputer dapat dijadikan sebagai sekretaris pribadi yang tidak saja mampu menyusun dan mengingatkan jadwal-jadwal pekerjaan dengan teratur dan baik akan tetapi juga tidak akan pernah lelah dan bosan mendampingi Anda. Seperti itu juga dalam pendidikan, komputer dapat dijadikan sebagai pendidik yang tidak pernah lelah dan bosan, tidak pernah bertindak kasar, dan senantiasa ceria. Dengan teknologi komputer dapat diciptakan suatu karakter yang sangat lembut dan senantiasa melindungi, tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar dan keras, walau se-bodoh atau se-tulalit apapun Anda. Selain itu komputer dapat memberikan pembelajaran yang sangat interaktif dengan dukungan animasi, simulasi, warna, dan suara serta penggunaan multimedia yang memungkinkan pembelajaran berlangsung dengan nyaman dan memudahkan otak dalam mengolah informasi.
Dalam pembelajaran berbasis komputer dikenal beberapa istilah atau metode yang sering digunakan salah satunya yaitu distance learning atau pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan komputer yang tersambung dengan jaringan sedunia atau web (internet). Untuk membayangkan pembelajaran tersebut dapat diberikan analogi seperti ini, Pembelajaran berlangsung melalui medium komputer. Guru mengajar didepan komputer pada suatu tempat yang lain, siswa atau mahasiswa berada ditempat yang berbeda. Pembelajaran terjadi secara live namun virtual, materi-materi pelajaran didapatkan dengan melakukan penjelajahan secara virtual pada situs-situs yang menyediakan materi-materi yang dibutuhkan. Hal menarik dari kesemua ini adalah pembelajaran berlangsung tanpa tekanan dari sistem sekolah maupun pribadi guru. Lebih menyenangkan dan murah.
Untuk kata terakhir kita perlu pembahasan lebih lanjut. Coba bayangkan sistem sekolah yang setidaknya membutuhkan gedung dan mekanisme-mekanisme fisik pelengkap lainnya. Yang dibangun dan dipagari dengan tinggi, membuat benteng pemisah antara lingkungan masyarakat dengan sekolah itu sendiri. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa setiap mahasiswa membutuhkan dana Rp 12.000.000/mahasiswa/semester (Bakri:2005, dialog terbuka FT UNM) dalam melakukan pembelajaran. Bandingkan dengan pembelajaran berbasis komputer yang hanya membutuhkan biaya akses internet Rp. 5000/siswa/bulan (Purbo, 2004), dengan kata lain hanya akan membutuhkan dana 30.000/siswa/bulan untuk interaksi, selebihnya ditentukan sendiri dari penguluaran-pengeluaran pribadi. Keuntungan lain juga dapat dilihat dengan efesiensi waktu serta kapasitas pelajar yang dapat ditampung.
kita belajar tidak lagi dibawah tekanan sistem sekolah, tidak lagi dibawah tekanan kaum guru yang sangat otoriter. Semua materi pelajaran dapat diperoleh dengan mudah hanya dalam beberapa detik, perpustakaan-perpustakaan besar dapat dijelajahi, orang-orang terkenal dapat kita hubungi dengan mudah, dan lebih penting semua itu dapat dilakukan dengan menyenangkan, lebih murah, dan berlangsung dalam suasana yang human relation. Pertanyaan yang muncul bagaimana dengan faktor kedekatan, interaksi sosial, dan segalanya yang berada dalam domain afektif pembelajaran ? itu akan kita jawab pada metode praktis dibawah.
Akan tetapi disamping hal-hal baik diatas komputer juga memiliki banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan, sehebat apapun komputer, Ia tetap hanya sebuah mesin yang tidak berperasaan. Sejahat-jahatnya seorang guru, setidaknya Ia masih bisa mengerti perasaan Anda, komputer berbeda Ia tidak mampu mengerti perasaan Anda jika tidak diberikan input tentang perasaan Anda. Komputer hanya mampu menanggapi (memproses) hal-hal (masukan) yang didapatkannya dan tanggapan (keluaran) yang diberikan sangat bersifat mekanistis tergantung program yang digunakan dan diinputkan.
Bagi Meier dalam buku Accelerated Learning menggunakan komputer dalam pembelajaran terdapat beberapa kekurangan, antara lain: (1) Komputer cenderung mengisolasi, (2) Komputer cenderung membuat orang pasif secara fisik, (3) Komputer cenderung hanya cocok dengan satu gaya belajar, (4) Komputer cenderung berdasar media dan bukan berdasar pengalaman. Akan tetapi kekurangan-kekurangan tersebut bukan tidak dapat dipecahkan dan diminimalkan.
Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Komputer
Berangkat dari dasar-dasar teori Freire tersebut, dan pengkajian kita tentang komputer diatas menyisakan beberapa pertanyaan yang perlu dirumuskan jawabannya dalam bentuk praktis untuk pembelajaran masa kini yang tidak hanya membebaskan akan tetapi juga menyenangkan dan murah meriah. Akan tetapi sebelum merumuskan pertanyaan, kita simpulkan terlebih dahulu kelebihan komputer dalam pembelajaran dan kemudian kita lihat kekurangan-kekurangannya agar pembahasan berlangsung dengan menarik.
Kelebihan:
  1. Dari segi pengolahan informasi, penyampaian materi, dan data-data komputer jauh lebih unggul. Hal ini karena komputer memiliki kemampuan multimedia. Kemampuan men-simulasi dan animasi terasuk didalamnya.
  2. Murah meriah dan menghindarkan tekanan psikologis dan fisik juga merupakan salah satu keunggulan komputer dalam pembelajaran.
  3. tidak kenal lelah dan bosan merupakan keunggulan yang lain.
  4. Efesiensi waktu, hal ini dapat dibuktikan karena pembelajaran berbasis komputer dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun sesuai waktu yang telah disepakati bersama.
  5. Defenisi mengajar bagi komputer tentu di defenisikan oleh pembuat program (programer) yang tidak lain merupakan pengolahan atau pengontrolan lingkungan untuk memungkinkan pembelajaran berlangsung dengan baik. (defenisi atau sisi praktisnya dapat berubah tergantung programer, tetapi yang terbaik adalah sebagaimana defenisi diatas).
  6. Bagaimana dengan defenisi belajar?, yah belajar tentu harus dipahami sebagai proses memberikan kesempatan sebesar-besar-nya bagi peserta didik untuk melakukan eksplorasi terhadap materi yang disampaiakan. (lebih jelasnya akan diuraikan dalam pembahasan metode).
Nah sekarang kekurang-kekurangan pembelajaran berbasis komputer:
  1. Hal pertama adalah komputer memiliki kekurangan yang besar pada sisi afektif, interaksi sosial, dan dunia nyata.
  2. Kekurangan kedua adalah bagaimanapun komputer hanya mesin dan tidak berperasaan hingga segalanya berpulang pada programer.
  3. Keburukan selanjutnya adalah tidak tersedianya perangkat penyaring informasi dan data-data buruk lainnya semisal fornografi dan sebagainya.
Pertanyaan yang tersisah adalah bagaimana menggunakan komputer untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal ?. pertanyaan kedua adalah bagaimana cara menutupi atau setidaknya meminimalkan kekurangan-kekurangan komputer ? , dan pertanyaan besar lainnya adalah bagaimana dengan sisi dialogis freire?.
Pertanyaan pertama adalah bagaimana menggunakan komputer untuk mendapatkan hasil yang maksimal?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut lebih mudah dengan mengubah pertanyaannya dengan, “mampukah komputer menjadi atau melebihi guru dalam mengajar untuk ranah kognitif dan psikomotorik?”. Jawabnya adalah sangat mampu. Komputer dapat menciptakan pembelajaran yang baik dengan mengolah dan mengontrol serta memberikan intruksi-intruksi (perintah-perintah) pembelajaran dengan menarik. Ibarat seorang guru komputer memiliki kemampuan retorik yang lebih hebat dalam penyampaian informasi. Dengan komputer dapan dibuat program pembelajaran yang interaktif dengan dukungan multimedia untuk memudahkan pengolahan informasi oleh otak. Dalam dunia komputer itu bisa-bisa saja dan mudah serta menarik. Tersedia beberapa software yang dapat digunakan misalnya Macromedia Flash, macromedia director, swish, dan beberapa program program lainnya. Kemampuan program-program diatas adalah menghadirkan efek simulasi tiga dimensi dengan dukungan perangkat multimedia.
Contoh konkritnya, perhatikan kasus berikut: untuk melaksanakan praktikum kimia tentang reaksi uranium dan oksigen dalam peledakan bom atom (tentu hal ini tidak dapat dipraktekkan) dengan pembelajaran berbasis komputer, hal tersebut dapat disimulasikan dan divisualisasikan dan bisa dinikmati hanya dengan klik-klik, selain itu anda dapat mengetahui dengan cepat kerugian dan efek yang ditimbulkan, hal lain anda juga dapat mengeksplorasi materi tersebut sedalam-dalamnya dengan melakukan percobaan-percobaan dengan nilai-nilai unsur reaksi kimia yang berbeda juga dilengkapi dengan warna, suara, dan interaktifitas yang tinggi. Pertanyaan selanjutnya pada sesion ini adalah lalu apa yang dilakukan dan harus dimiliki oleh pembelajar ?, jawabnya adalah Anda tinggal memiliki motivasi belajar yang tinggi dan sikap kritis, lihat dan dengarkan apa yang disampaikan lalu jalankan instruksinya dan kemudian berikan kritikan atau manfaatkan sikap kritis anda terhadap segalanya dan sadari jika itu hanyalah dunia virtual. Jangan takut Ia tak akan marah, bosan, atau bereaksi apapun se-bodoh dan se-tulalit apapun Anda.
Pertanyaan kedua, bagaimana cara menutupi atau meminimalkan kekurangan-kekurangan komputer?, atau kita ubah pertanyaannya mampukah komputer menjadi guru ranah afektif ?. jawabnya, tentu tidak mampu. Lalu apa yang dapat dilakukan dalam meminimalkan kekurangannya?. Metode yang dipakai adalah dengan melakukan kelompok-kelompok belajar dan menempatkan komputer tidak lebih sebagai media. Hingga tetap dibutuhkan guru akan tetapi dengan status yang lain sebagaimana dalam teori pembelajaran konvensional. Guru menjadi programer atau pembuat program pembelajaran dengan menyajikan terlebih dahulu teori-teori materi dengan dukungan multimedia, memberikan masalah dan memperlihatkan atau menunjukkan hal-hal atau dukungan-dukungan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Guru menjadi teman diskusi siswa dalam menyelesaikan masalah. Kesempatan sebesar-besarnya diberikan kepada siswa untuk menyelesaikan pembelajaran. Ingat hal tersebut berlangsung tidak disekolah dalam artian ruang tetapi berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Guru mengajar dirumahnya atau ditempat manapun yang disepakati, siswa juga seperti itu. Masing-masing guru memberikan pelajaran pada spesifikasi keilmuannya. Tidak ada kurikulum baku yang menindas dan tidak sepadan dengan dunia nyata. Dan semuanya berjalan dengan dialogis dalam interaksi human relation.
Bayangan Sekolah Masa Depan
Ada sebuah komunitas masyarakat dengan struktur sosial yang terlepas dari penindasan dan ketertindasan dipenuhi dengan interaksi sosial yang manusiawi, kehidupan yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur. Pengajaran tentang ilmu diberikan oleh guru-guru yang tidak terlembagakan. Tidak ada gedung sekolah yang ada hanyalah laboratorium dan perpustakaan. Pengajaran tentang ilmu tersedia dilaboratorium baik virtual maupun dunia nyata, buku-buku referensi terdapat diperpustakaan. Terserah Anda memilih cabang ilmu yang diinginkan. Misalnya, Anda memilih untuk mempelajari ilmu elektronika, dengan itu Anda akan diberikan data tentang struktur keilmuan atau pembelajaran yang harus anda lewati berikut orang-orang yang dapat anda hubungi untuk membimbing dan mengarahkan pembelajaran Anda. Data-data tersebut didapatkan secara on-line lewat internet dengan biaya akses gratis. Setelah pembelajaran Anda selesaikan, untuk mendapat pengakuan (semacam gelar) buatlah karya dan pertahankan didepan penguji. Guru adalah mereka yang diakui dan memiliki tingkat kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual yang teruji dan juga diakui, Dia bisa saja berada di belahan bumi manapun karena semua telah terhubung dengan internet interaksi dilakukan secara on-line. Guru berkewajiban membimbing siswanya dan siswa berhak atas bimbingan akan tetapi berkewajiban mematuhi aturan-aturan yang disepakati.
Oleh : Jayadi DT.*
Penulis adalah *Bendahara Umum KBM FT UNM 2000/2001
*Sekretaris Umum HIMANIKA FT UNM 2001/2002
*Ketua Umum HIMANIKA FT UNM 2002/2003
*Ketua Bidang I BEM FT UNM 2003/2004
*MSO UKM LKIMB 2004/2005

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes